Translate

Monday, April 22, 2013

Kamu (lagi)

Lagi, ini tentangnya lagi kali ini dan entah berapa banyak lagi tulisan tentangnya. Dia adalah hal yang kutulis setiap harinya, yang ku perbincangkan dengan tuhan tiap waktunya. Aku pun tak tahu kapan semua ini berakhir tapi aku percaya, semua akan indah pada waktunya.
Hari ini, tepat seminggu setelah kepergiannya dari hidupku. Tepat dua belas minggu sudah aku tak menatap wajahnya. Kadang aku berpikir, takdir sedang mempermainkanku. Bagaimana tidak ? Kami dipertemukan ditempat yang jauh padahal kami berasal dari kota yang sama. Menghabiskan banyak waktu bersama tapi akhirnya dipisahkan lagi !!!
Bagaimana bisa aku melupakannya ? Dia mengambil bagian terbanyak dalam beberapa memori penting dihidupku. Terlalu banyak yang bahkan aku sendiri tak sanggup mengingatnya, aku tak tau harus menuliskannya dari mana.

Bagaimana nasib cintaku
Hatiku masih hidup diragamu
Masih saja ku menganggapmu
Aku pasanganmu seperti dahulu


Walau kau bukan milikku lagi Tak bisa ku hidup tanpamu Terbiasa kau perhatikan aku Aku dan kamu, itu dia doaku Aku dan kamu, itulah mimpi besarku Bagaimana nasib cintaku Hatiku masih hidup di ragamu Masih saja ku menganggapmu Aku pasanganmu seperti dahulu

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/07/lirik-lagu-rini-mimpi-besarku.html#.UXVMocqZtYE
salam kenal ya :)
Walau kau bukan milikku lagi Tak bisa ku hidup tanpamu Terbiasa kau perhatikan aku Aku dan kamu, itu dia doaku Aku dan kamu, itulah mimpi besarku Bagaimana nasib cintaku Hatiku masih hidup di ragamu Masih saja ku menganggapmu Aku pasanganmu seperti dahulu

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/07/lirik-lagu-rini-mimpi-besarku.html#.UXVMocqZtYE
salam kenal ya :)
Walau kau bukan milikku lagi Tak bisa ku hidup tanpamu Terbiasa kau perhatikan aku Aku dan kamu, itu dia doaku Aku dan kamu, itulah mimpi besarku Bagaimana nasib cintaku Hatiku masih hidup di ragamu Masih saja ku menganggapmu Aku pasanganmu seperti dahulu

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/07/lirik-lagu-rini-mimpi-besarku.html#.UXVMocqZtYE
salam kenal ya :)
Walau kau bukan milikku lagi Tak bisa ku hidup tanpamu Terbiasa kau perhatikan aku Aku dan kamu, itu dia doaku Aku dan kamu, itulah mimpi besarku Bagaimana nasib cintaku Hatiku masih hidup di ragamu Masih saja ku menganggapmu Aku pasanganmu seperti dahulu

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2012/07/lirik-lagu-rini-mimpi-besarku.html#.UXVMocqZtYE
salam kenal ya :)

Menjelaskan Kesepian

Seminggu Setelah Kepergianmu :'(

Tak ada lagi kamu yang memenuhi kotak inbox di handphone-ku. Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang membuncah riuh di telingaku. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang menguatkan setiap langkahku. Tak ada lagi pelukanmu yang meredam segala kecemasan. Tanpamu... semua berbeda dan tak lagi sama.

Aku membuka mata dan berharap hari-hariku berjalan seperti biasanya, walau tanpamu, walau tak ada kamu yang memenuhi hari-hariku. Seringkali aku terbiasa melirik ke layar handphone, namun tak ada lagi ucapan selamat pagi darimu dengan beberapa emote kiss yang memasok energiku. Pagi yang berbeda. Ada sesuatu yang hilang.
Lalu, aku menjalani semua aktivitasku, seperti biasa, kamu tentu tahu itu. Dulu, kamu memang selalu mengerti kegiatan dan rutinitasku. Namun, sekarang tak ada lagi kamu yang berperan aktif dalam siang dan malamku. Tak ada lagi pesan singkat yang mengingatkan untuk menjaga pola makan ataupun menjaga kesehatan. Bukan masalah besar memang, aku mandiri dan sangat tahu hal-hal yang harusnya aku lakukan. Tapi... kamu tentu tahu, tak mudah mengikhlaskan perpisahan.
Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk dideskripsikan. Kamu membawa jiwaku melayang ke negeri antah-berantah, dan mengasingkan aku ke dunia yang bahkan tak kuketahui. Aku bercermin, memerhatikan setiap lekuk wajahku dan tubuhku. Aku tak mengenal sosok di dalam cermin itu. Tak ada aku dalam cermin yang kuperhatikan sejak tadi. Aku berbeda dan tidak lagi mengenal siapa diriku. Seseorang yang kukenal di dalam tubuhku kini menghilang secara magis setelah kepergian kamu. Kamu merampas habis cinta yang kupunya, melarikannya ke suatu tempat yang sulit kujangkau. Entah di mana aku bisa menemukan diriku yang telah hilang itu. Entah bagaimana caranya mengembalikan sosok yang kukenal itu ke dalam tubuhku. Aku kebingungan dan kehilangan arah.
Ingin rasanya aku melempari segala macam benda agar bisa memecahkan cermin itu. Agar aku tak bisa lagi melihat diriku yang tak lagi kukenal. Agar aku tak perlu menyadari perubahan yang begitu besar terjadi setelah kehilangan kamu. Aku bisa berhenti memercayai cinta jika terlalu sering tenggelam dalam rasa frustasi seperti ini. Aku mungkin akan berhenti memercayai lawan jenis dan segala janji-janji tololnya. Siksaanmu terlalu besar untukku, aku terlalu lemah untuk merasakan semua rasa sakit yang telah kausebabkan.
Bagaimana mungkin aku bisa menemukan seseorang yang lebih sempurna jika aku pernah memiliki yang paling sempurna?
Aku benci pada perpisahan. Entah mengapa dalam peristiwa itu harus ada yang terluka, sementara yang lainnya bisa saja bahagia ataupun tertawa. Kamu tertawa dan aku terluka. Kita seperti saling menyakiti, tanpa tahu apa yang patut dibenci. Kita seperti saling memendam dendam, tanpa tahu apa yang harus dipermasalahkan.
Aku menangis sejadi-jadinya, sedalam-dalamnya, atas dasar cinta. Kamu tertawa sekeras-kerasnya, sekencang-kencangnya, atas dasar... entah harus kusebut apa. Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu yang terlampau rumit itu. Aku merasa sangat kehilangan, sementara kamu dalam hitungan jam telah menemukan yang baru. Bagaimana mungkin aku harus menyebut semua adalah wujud kesetiaan? Begitu sulitnya aku melupakanmu, dan begitu mudahnya kamu melupakanku. Inikah caramu menyakiti seseorang yang tak pantas kaulukai?
Jam berganti hari, dan semua berputar... tetap berotasi. Aku jalani hidupku, tentu saja tanpa kamu. Kamu lanjutkan hidupmu, tentu saja dengan dia. Aku tak menyangka, begitu mudahnya kamu menemukan pengganti. Begitu gampangnya kamu melupakan semua yang telah terjadi. Aku hanya ingin tahu isi otakmu saja, apa kamu tak pernah memikirkan mendung yang semakin menghitam di hatiku? Atau... mungkin saja tak punya hati?
Tak banyak hal yang bisa kulakukan, selain mengikhlaskan. Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan, selain membiarkanmu pergi dan tak berharap kamu menorehkan luka lagi. Aku hanya berusaha menikmati luka, hingga aku terbiasa dan akan menganggapnya tak ada. Kepergianmu yang tak beralasan, kehilangan yang begitu menyakitkan, telah menjadi candu yang kunikmati sakitnya.
Aku mulai suka air mata yang seringkali jatuh untukmu. Aku mulai menikmati saat-saat napasku sesak ketika mengingatmu. Aku mulai jatuh cinta pada rasa sakit yang kauciptakan selama ini.
Terima kasih.
Dengan luka seperti ini. Dengan rasa sakit sedalam ini. Aku jadi tambah sering menulis. Lebih banyak dari biasanya.
Aku semakin percaya, bahwa Kahlil Gibran butuh rasa sakit agar ia bisa menulis banyak hal.
Sama seperti aku, butuh rasa sakit agar bisa lancar menulis... terutama yang bercerita tentangmu. dwitasarii.blogspot.com

Thursday, April 18, 2013

Newbie

Aku bukanlah orang yang pandai dalam memilih dan merangkai kata. Aku hanya menuangkan apa yang ada dipikiranku saat ini. Menulis bukanlah keahlianku. I just try something new to express my feelings. Membuat blog ini, aku pun hanya terinspirasi dan terdorong oleh seseorang. Jadi jangan heran saat kalian membacanya, hampir semua tentangnya :D Just enjoy my blog, my random feelings guys !! Happy reading :D

How are you ?

Assalamualaikum..
Hai Kamu, apa kabarmu hari ini ? Sungguh terasa aneh ketika membuka mata dan tak lagi mendapati sapaan pagi darimu. Apa saja kegiatanmu hari ini ? Rencana apa saja yang telah kau susun ? Ah sudah lama kita tak saling berbagi cerita kegiatan kita masing-masing dan itu tak akan mungkin terjadi lagi :( Sudah lama kita tak saling bertatap satu sama lain. Sudah lama namun tetap membekas disini, hati. Kamu gimana ? Ah pasti nggak kan yaah ? :'D 
Tadi pulang kerja jam berapa kamu ? Dinner bareng sapa ? Dimana ? Terus sekarang lagi ngapain ? Hehee kepo banget yaah aku ini >,< Hmm kamu pasti capek pulang kerjaa !!
Terlalu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu. Tapi apalah dayaaaaa, tak bisa lagi mengungkapkannya :( Sungguh aku tak ingin lagi mengganggu hidupmu. Aku juga tak ingin terus berharap padamu. Harapan yang kutau pasti amat menyakitkan. Tapi sekali lagi, aku tak mampu, rasa ini terlalu menguasaiku. Izinkan aku mencintaimu dengan caraku :')
Sudahlah, aku telah terlau banyak berkata-kata. Selamat berisitirahat kamu, selamat malam. Tidakkah kamu ingin mengucapkannya juga padaku seperti duluu ?

Tegar itu apaa ?

Tegar ? yang bagaimana tegar itu ? Apakah tegar itu berarti tak meneteskan air mata ? Apakah tegar itu berarti tersenyum manis disaat luka mendera hati ? Apakah tegar itu saat orang-orang bertanya ada apa dan kita berkata, aku baik-baik saja ? Apakah tegar ittu saat kita bisa menghadapai masalah sendiri tanpa berbagi kepada yang lainnya ? Apakah tegar itu berdiam diri ataukah malah mencoba lari dari masalah ? Dan apakah orang yang benar-benar tegar itu ada ? Apakah ketegaran mereka itu sebuah kenyataan ? Ataukah hanya sebuah kepura-puraan dan hanya berusaha bersembunyi dari luka ?
Entahlah...Semuanya terlalu rumit untuk ku jelaskan !!!

Wednesday, April 17, 2013

It's always been you, YHES :')



Dia yang kutemui sejak awal
Tak pernah kusangka
Dia akan menjadi bagian yang sepenting ini dalam hidupku
Dia seperti bagian dari hidupku yang baru
Bagai hembusan nafas yang kuhirup setiap detiknya
Dia adalah apa yang kutulis setiap harinya
Dia yang kupikirkan saat terbangun hingga akhir menjelang tidur
Aku mencintainya karena Dia mencintai Tuhanku
Aku mencintainya karena Dia pantas untuk dicintai..
Aku mencintainya karena Dia adalah Dia..
Aku senang Dia berada ditempat yang bisa aku lihat..
Namun ada saat waktu tak berpihak kepada kami..
Dia pergi untuk beberapa lama..
Awalnya terasa berat untuk melepas..
Aku memeluknya erat, berharap dia tak pergi..
Sungguh membayangkannya pun aku tak sanggup
Aku menangis sejadi-jadinya dipelukannya
Aku pun harus bersaing melawan jarak yang terbentang luas diantara kami..
Namun, kami tau akan ada saat untuk kami
Semua akan indah pada waktunya..
Dan hari itupun tiba, dia datang dengan tak terduga dihadapanku
Sesaat aku lemas, badanku kehabisan energi..
Sungguh lidahku kelu tak dapat berkata
Melihatnya berdiri dihadapanku bagaikan mimpi yang jadi nyata..
He is really the one that I want…..
Tak henti aku bersyukur bertemu orang sepertinya..
Bersyukur karena takdir Tuhan membawaku untuk bertemu dengannya…….

Is it the end ?

Dia perlahan berbalik arah
Meninggalkanku melangkah sendiri
Entah apa yang terbesit dipikirannya
Aku tak tahu...
Dia telah susah untuk ku gapai
Pundaknya tak lagi bisa kutempati bersandar
Dia tak lagi pernah menjadi imam dalam shalatku
Dia menjauh..
Sapaannya pun tak sehangat dulu
Pesannya pun tak semangat dahulu
Semua berubah menjadi amat asing..
Dia berubah menjadi yang tak ku kenal..
Menjadi sosok yang baru yang sangat asing bagiku..
Sungguh sekali lagi aku tak mengerti..
Gelap pun mulai menunjukkan terangnya..
Meskipun aku harus beradaptasi dengan terang itu..
Silau karena tak terbiasa..
Dia benar-benar pergi..
Pergi melangkah jauh dengan alasan yang tak bisa ku cerna..

Good time. Good holiday. Good friends :)

Jreeeng...it was in Bedugul, Bali with my fuckin' friends. Guys, I'm missing you so much !!!
Ini tepatnya enam bulan lalu, Marvelous goes to Bali. What a perfect life :') Kami datang dari pulau yang berbeda namun justru itu yang membuat kami satu, satu dalam perbedaan, satu dalam kebersamaan. Terlalu banyak kenangan yang akan sangat disayangkan untuk dilupakan. Singkat namun bermakna. Mereka adalah salah satu bagian hidupku yang berharga. Well, I wish I can meet up with them again <3

Tuesday, April 16, 2013

Bismillah

Halo dunia..
apa kabar kamu hari ini ? bagi orang-orang yang bersyukur, tentu suatu anugrah kita dapat bersua lagi. Meskipun seluruh air dilautan menjadi tinta dan seluruh ranting pohon di dunia ini kita gunakan sebagai pena untuk menuliskan rasa syukur kita, itu tak akan cukup. Apa yang akan terjadi hari ini ? Entahlah. Semua itu misteri tuhan yang telah diatur sedemikian rapinya.